Jumat, 14 Februari 2014

NKRI INDAH TANPA INTOLERANSI
            Akhir-akhir ini saya merasa gerah dengan beberapa kasus intoleransi di negeri “yang katanya” majemuk. Ya, inilah Indonesia, beragam suku, ras, budaya dan agama hadir melengkapi keindahannya. Indonesia itu Berbeda, kalau tidak berbeda, berarti buan Indonesia. Barangkali inilah yang sering kita lupa untuk mensyukurinya. Semboyan Bhineka tunggal ika kini seakan hanya tinggal tulisan usang. Tidak lagi terpatri dalam sanubari bangsa Indonesia. Ada yang acuh tak acuh dengan semboyan tersebut bahkan ada juga yang sengaja mengikisnya demi sebuah kepentingan.
            Di facebook saya menulis “bukti bahwa Allah memuliakan manusia adalah bahwa Allah menawarkan beberapa agama yang harus dipilih satu dan untuk dianut oleh manusia. Allah tidak memaksa manusia untuk menganut agama tertentu”. Laa ikraaha fiddin (tidak ada paksaan dalam agama). Disinilah kebijaksanaan Allah sebagai Tuhan dari seluruh umat manusia, meskipun secara pribadi saya tetap menilai Islam adalah agama yang paling sempurna karena saya adalah umat muslim. Tentunya penilaian saya tersebut esensinya sama dengan umat agama yang lain yang menilai bahwa agama yang dianutnya itu adalah agama yang paling sempurna. Secara umum, saya menilai selama agama itu mengajar dan mengajak kepada kebaikan, ,maka agama itupun baik.
            Saya tidak ingin menilai dari segi akidah, karena sudah terlalu banyak yang berdebat masalah akidah yang sampai sekarang masih membuat saya males mengikutinya. KH. Hasyim Asyari berkata, “akidah itu tidak bisa diganggu gugat”. Menurut saya, masalah akidah sudah selesai sejak nabi Muhammad SAW mengenalkan islam kepada umat manusia. Begitu juga dengan Ideologi Bangsa kita sudah selesai sejak berdirinya bangsa Indonesia. Titik!
            Saya hanya ingin perdamaian di negeri tercinta ini. Tentunya dengan demokrasi dan toleransi. Hanya itu jalannya. Saya ingin negeri ini aman dari kasus-kasus intoleransi. Aman dari orang-orang yang kerjanya mencuci otak masyarakat untuk menolak pancasila sebagai ideologi bangsa. Gitu saja kok ribet!!


Arulisme 16-12-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar